Jumat, 13 Juli 2012

ADRT CBRCLUB SAMARINDA







CBRCLUB SAMARINDA
Sekretariat :
  • Jl. Pattimura Gg. Hasanah No.13 Samarinda, Indonesia 75132

E-mail : cibiers.revo@ymail.com

________________________________________________________________



ANGGARAN DASAR 
CBRCLUB INDONESIA



 BAB I
BENTUK DAN RUANG LINGKUP

 PASAL 1
ORGANISASI

Organisasi CBR CLUB INDONESIA berbentuk perkumpulan pengguna sepeda motor Honda CBR yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


 BAB II
KELEMBAGAAN KEANGGOTAAN
 PASAL 2
STATUS KEANGGOTAAN

1.    Anggota CBR Club Indonesia adalah anggota yang teregistrasi dan bernomor registrasi di setiap Region CCI diseluruh Indonesia.
2.    Anggota kehormatan adalah pribadi-pribadi yang telah banyak memberikan jasa dan pengabdian dalam mengembangkan dan membina CBR Club Indonesia yang disetujui oleh ketua.
3.    Prosedur dan syarat penerimaan anggota diatur tersendiri dalam peraturan organisasi.

 Pasal 3
HAK ANGGOTA

1.    Anggota berhak untuk mengeluarkan pendapat, membela diri jika dikenakan tindakan disiplin oleh organisasi serta berhak mengikuti semua aktifitas yang ada di CBR Club Indonesia.
2.    Seluruh anggota berhak untuk memilih dan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum dan Sekjend berdasarkan Peraturan Organisasi.
3.    Anggota berhak menggunakan fasilitas yang ada dalam organisasi sesuai dengan keperluan dan kewenangannya selama tidak melanggar AD/ART dan Peraturan Organisasi.

 PASAL 4
KEWAJIBAN ANGGOTA

AnggotaCBR CLUB INDONESIA berkewajiban mentaati segala peraturan dan bertindak sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan Organisasi.

 PASAL 5
KEHILANGAN KEANGGOTAAN

Setiap anggota dapat kehilangan keanggotaannya dikarenakan:


1.    Atas permintaan sendiri secara lisan dan tertulis dan disetujui oleh Ketua Region yang bersangkutan.
2.    Anggota yang mengundurkan diri berhak mendapatkan kembali keanggotaannya selama disetujui melalui rapat pengurus region yang bersangkutan.
3.    Anggota yang diberhentikan tidak dapat mendaftarkan diri kembali kecuali disetujui melalui rapat Pengurus region yang bersangkutan.

 PASAL 6
TINDAKAN DISIPLIN

1.    Tindakan disiplin dijatuhkan kepada anggota yang melanggar AD/ART dan Peraturan organisasi berupa:
a.       Peringatan
b.      Pemberhentian sementara secara tertulis
c.       Pemberhentian tetap/permanen secara tertulis
2.    Tindakan disiplin dijatuhkan kepada anggota apabila:
a.       Melanggar AD/ART dan Peraturan organisasi
b.      Tidak mematuhi lagi peraturan, ketentuan atau keputusan CCI
c.       Mencemarkan nama baik CCI
d.      Terlibat masalah hukum dan dinyatakan bersalah oleh pihak pengadilan.
3.    Tindakan disiplin berupa peringatan dan pemberhentian sementara adalah wewenang pengurus, dalam hal ini adalah Divisi Tata Tertib (TATIB), disetujui ketua umum, dan sekjend region yang bersangkutan. Tindakan disiplin berupa pemberhentian sementara dapat disertai dengan pencabutan hak suara atau hak untuk memilih dan dipilih.

4.   Tindakan disiplin berupa pemberhentian permanen/tetap adalah wewenang Divisi TATIB setelah menerima laporan dari sesama anggota serta telah dilakukan klarifikasi dan diketahui/disetujui oleh Ketua Umum dan Sekjend CCI region yang bersangkutan.
5.    Tindakan disiplin terhadap pengurus dilakukan oleh Ketua Umum, sedangkan tindakan disiplin terhadap Ketua Umum ditetapkan oleh Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) CCI yang dihadiri 2/3 member Region CCI yang bersangkutan.
6.    Ketentuan lebih lanjut tentang tindakan disiplin diatur dalam Peraturan Organisasi.

 PASAL 7
TANDA KEANGGOTAAN

1.    Setiap anggota diberi tanda keanggotaan
2.    Bentuk prosedur dan tata cara tanda keanggotaan diatur tersendiri dalam peraturan organisasi.



 BAB III
REGION CCI

 PASAL 8
KEDUDUKAN REGION

1.    Cabang CCI atau region CCI dibentuk di setiap Kabupaten atau kota administratif di setiap provinsi di seluruh Indonesia.

2.    Region CCI bertindak sebagai cabang dari CBR Club Indonesia Pusat

3.    Setiap wilayah dikoordinir oleh ketua Korwil (koordinator wilayah) yang mengkoordinir segala bentuk informasi maupun tindakan dari pusat yang ditujukan kepada region-region atau sebaliknya.

4.    Korwil yang dimaksud pasal 8 ayat 3 tersebut ada disetiap wilayah diseluruh Indonesia yang dibagi antara lain:
a.       Wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek)
b.      Wilayah Jawa Barat
c.       Wilayah Jawa Tengah& DIY
d.      Wilayah Jawa Timur dan Bali
e.      Wilayah Sumatera
f.        Wilayah Kepulauan Riau
g.       Wilayah Bangka Belitung
h.      Wilayah Kalimantan
i.         Wilayah Sulawesi
j.        Wilayah Nusa Tenggara
k.       Wilayah Papua

5.    Anggota dari setiap region CCI adalah tanggung jawab dari pengurus region CCI yang bersangkutan.

6.    Setiap anggota region CCI berhak mengajukan diri untuk dicalonkan oleh pengurus region CCI menjadi calon Ketua Umum CCI Pusat yang didukung oleh Pengurus Region yang bersangkutan.

7.    Setiap anggota region CCI wajib menjalankan AD/ART dan Peraturan Organisasi region CCI dimana yang bersangkutan teregistrasi disetiap region CCI masing-masing.

8.    AD/ART dan Peraturan Organisasi seluruh region CCI mengacu pada AD/ART dan Peraturan Organisasi CCI pusat.


 BAB IV
ORGANISASI

 PASAL 8
FUNGSI PENGURUS

1.    Memimpin dan menjalankan segala ketentuan-ketentuan organisasi yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, keputusan Musyawarah Besar serta segala keputusan yang diambil dan ditetapkan oleh organisasi.

2.    Menfasilitasi terselengaranya Musyawarah Nasional.
3.    Menyusun program kerja dan program khusus berdasarkan keputusan Musyawarah Nasional untuk ditetapkan oleh organisasi, menyelengarakan pembinaan disiplin Tata Tertib dan kesadaran hukum dilingkungan organisasi.
4.    Mendukung pengembangan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kendaraan bermotor dan ketertiban berlalu-lintas.
5.    Memperhatikan saran dan usul dari anggotanya.





 BAB V
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGURUS

PASAL 9
PENGURUS

1.    Ketua Umum CCI Pusat
a.    Memimpin, merencanakan dan mengendalikan kegiatan/acara yang dilaksanakan oleh setiap Divisi dan diikuti setiap Region CCI selama periode kepengurusan.
b.   Memimpin dan memutuskan hasil musyawarah yang dilaksanakan oleh CBR Club Indonesia Pusat.
c.    Mewakili CCI baik ke luar maupun ke dalam.
d.   Dapat mendelegasikan tugas kepada setiap pengurus yang ditunjuk untuk menghadiri acara atau urusan lainnya baik internal maupun eksternal CCI.
e.   Memimpin dan mengawasi pelaksanaan program kerja setiap Divisi agar tetap dijalur yang telah disepakati dan sesuai hasil Musyawarah Nasional.
f.     Menandatangani surat-surat, piagam, sertifikat, undangan dan lain sebagainya.
g.    Bersama jajaran pengurus mengevaluasi terhadap semua kegiatan yang dilaksanakan oleh para pengurus CBR Club Indonesia Pusat.
h.   Bersama jajarannya membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pada saat berakhirnya masa kepengurusan dalam Musyawarah Nasional (Munas).
i.      Ketua Umum memiliki hak prerogatif untuk memilih dan memberhentikan pengurus yang ditunjuk jika dianggap lalai dalam tugas dan tidak bisa bekerja sama.
j.     Bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap Divisi dan kepengurusan CBR Club Indonesia.
2.    Sekretaris Jenderal (Sekjend)
a.    Mewakili Ketua jika yang bersangkutan tidak bisa/berhalangan.
b.   Membuat surat-surat yang dikeluarkan oleh CBR Club Indonesia Pusat.
c.    Mendata nama-nama Region CCI baik yang lama maupun yang baru berikut pengurus, anggotanya/member.
d.   Membuat undangan, daftar hadir dan menjadi notulen pada setiap rapat/musyawarah yang dilaksanakan oleh CBR Club Indonesia Pusat.
e.   Menyampaikan informasi yang aktual kepada intern dan extern.
f.     Bersama Ketua mengevaluasi Laporan Pertanggung jawaban setiap kegiatan yang dilaksanakan masing-masing Divisi sebelum diumumkan atau dibacakan untuk umum.
g.    Bertanggung jawab terhadap Ketua Umum CCI Pusat.
3.    Bendahara
a.    Mencatat, menyimpan dan mengelola keuangan CCI Pusat baik berupa uang, inventaris dan hutang piutang CCI Pusat.
b.   Merencanakan anggaran biaya untuk pelaksanaan kegiatan yang diagendakan oleh CCI Pusat hasil rapat pengurus.
c.    Membuat laporan keuangan pada setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh CCI Pusat (jika menggunakan uang kas CCI Pusat).
d.   Menyimpan bukti-bukti pembayaran dan pengeluaran lainnya seperti kwitansi, nota dan lain-lain.
e.   Membuat Laporan Keuangan CCI Pusat selama periode 1 (satu) tahun pada rapat tahunan CCI Pusat.
f.     Membuat Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) Keuangan CCI Pusat pada masa akhir periode kepengurusan.
g.    Bertanggung jawab terhadap Ketua Umum CCI Pusat.
4.    Divisi Administrasi
a.    Bersama-sama membuat program kerja selama 1 periode kepengurusan sesuai dengan divisi yang bersangkutan.


b.   Membuat, mengelola, mengamankan dan mengembangkan website (dalam hal ini www.cbrclubindonesia.com).
c.    Bersama Sekjend mendata nama-nama Region dan Pegurus masing-masing Region untuk dimasukan ke dalam web CCI dan arsip.
d.   Membuat dan mengaktifkan halaman web untuk region-region yang sudah bergabung dengan CBR Club Indonesia.
e.   Aktif, kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas demi kemajuan CCI.
f.     Membuat Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) Kegiatan selama periode 1 (tahun) pada saat rapat tahunan CCI Pusat.
g.    Membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kegiatan Divisi CCI Pusat terkait pada masa akhir periode kepengurusan.
h.   Bertanggung jawab terhadap Ketua Umum CCI Pusat.
5.    Divisi Pembinaan Region dan Tata Tertib (TATIB)
a.    Besama-sama membuat program kerja selama 1 periode kepengurusan sesuai dengan divisi yang bersangkutan.
b.   Bersama Sekjend dan Divisi Admin mendata nama-nama personal Divisi tatib pada setiap Region.
c.    Memberikan pelajaran/arahan/pelatihan kepada Divisi Tatib setiap Region mengenai tata tertib yang berlaku di CBR Club Indonesia.
d.   Memberikan arahan/pelajaran/pelatihan kepada Divisi Tatib setiap region mengenai keamanan berkendara khususnya kendaraan roda dua (motor).
e.   Selalu memantau dan mengingatkan semua Region dalam hal ini mengenai keselamatan berkendara.
f.     Memberikan teguran peringatan kepada Region-Region jika ditemukan adanya pelangaran tata tertib Club termasuk dalam kelengkapan berkendara seperti: helm full face, jaket, celana panjang, sepatu, sarung tangan, spion, plat nomor dll.

g.    Divisi Tatib berhak melarang Region atau anggota Region untuk mengikuti kegiatan seperti Rolling city, Morning Ride, Touring dll jika tidak memiliki SIM, STNK, tidak menggunakan sepatu, tidak menggunakan spion, plat kendaraan dan kelengkapan lainnya yang dianggap perlu dan penting.
h.   Bersama Divisi Acara mengadakan kegiatan Safety Riding minimal 1 (satu) kali selama periode kepengurusan.
i.      Aktif, kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas demi kemajuan CCI.
j.     Membuat Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) Kegiatan selama periode 1 (tahun) pada saat rapat tahunan CCI.
k.    Membuat Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) Kegiatan Divisi CCI terkait pada masa akhir periode kepengurusan.
l.      Bertanggung jawab terhadap Ketua Umum.
6.    Divisi Hubungan Masyarakat (Humas)
a.    Bersama-sama membuat program kerja selama 1 periode kepengurusan sesuai dengan divisi yang bersangkutan.
b.   Bertanggung jawab atas semua informasi yang disampaikan maupun yang diterima, baik ke external maupun ke internal CCI.
c.    Menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat baik di lingkungan sekretariat, tempat gath/kopdar dan lingkungan sekitarnya.
d.   Berkoordinasi dengan Divisi lainnya untuk mempublikasikan segala kegiatan positif yang diselenggarakan oleh CCI.
e.   Mendampingi kegiatan tamu CCI selama di sekretariat CCI Pusat.
f.     Aktif, kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas demi kemajuan CBR Club Indonesia.
g.    Membuat Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) Kegiatan selama periode 1 (tahun) pada saat rapat tahunan CCI.


h.   Membuat Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) Kegiatan Divisi CCI terkait pada masa akhir periode kepengurusan.
i.      Bertanggung jawab terhadap Ketua Umum.
7.    Divisi Acara dan Sponsorship
a.       Bersama-sama membuat program kerja selama 1 periode kepengurusan sesuai dengan Divisi yang bersangkutan.
b.      Bertanggung jawab atas pelaksanaan Musyawarah Nasional.
c.       Melaksanakan touring gabungan per wilayah.
d.      Bersama Divisi Tatib mengadakan Safety Riding.
e.      Bertanggung jawab atas pelaksanaan Jambore Nasional.
f.        Mengadakan fun race antar Region.
g.       Memberikan informasi kesetiap Region jika ada event race dan sejenisnya.
h.      Memberikan informasi semua acara baik internal maupun external kepada setiap Region CCI.
i.         Ikut mencari, mendata dan membina anggota yang hobby dengan balap / race.
j.        Bersama dengan Sekjend membuat dan mendistribusikan Proposal suatu kegiatan CCI
k.       Mendesain, memproduksi dan menjual merchandise, atribut dan accessories CBR Club Indonesia.
l.         Mengkoordinir setiap region CCI dari segala bentuk yang menggunakan nama dan logo CCI untuk dijual secara khusus dan umum.
m.    Membuat, menambah dan mengelola kekayaan organisasi yang sifatnya sah dan tidak melanggar AD/ART, Perturan Organisasi dan hukum.
n.      Bertanggung jawab terhadap Ketua Umum.



BAB VI
MUSYAWARAH DAN RAPAT

PASAL 10
MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS)

1.    Musyawarah Nasional (Munas) adalah pemegang kedaulatan tertinggi organisasi yang diadakan sekali dalam 1 periode kepengurusan yaitu setiap 3 (tiga) tahun sekali. Munas dilaksanakan pada akhir periode kepengurusan.

2.    Peserta Musyawarah Nasional adalahperwakilan Region CBR Club Indonesia.
3.    Pimpinan Munas adalah anggota CCI yang dipilih melalui sidang pleno.
4.    Munas berisi:
a.       Menilai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus sebelumnya
b.      Menetapkan dan menyempurnakan AD/ART dan Peraturan Organisasi.
c.       Merencankan Program Kerja CCI periode berikutnya secara umum.
d.      Membuat ketetapan-ketetapan Organisasi.
e.      Melaksanakan pemilihan Ketua Umum CCI Pusat yang baru.


PASAL 11
MUSYAWARAH BESAR ( MUBES )

5.    Musyawarah Besar ( Mubes) adalah pemegang kedaulatan tertinggi organisasi di setiap region yang diadakan sekali dalam 1 periode kepengurusan yaitu setiap 2 (dua) tahun sekali. Mubes dilaksanakan pada akhir periode kepengurusan.


6.    Peserta Musyawarah Besar adalah member dari Region CBR Club Indonesia.
7.    Pimpinan Mubes adalah anggota CCI yang dipilih melalui sidang pleno.
8.    Mubess berisi:
f.        Menilai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus sebelumnya
g.       Menetapkan dan menyempurnakan AD/ART dan Peraturan Organisasi.
h.      Merencanakan Program Kerja Region CCI periode berikutnya secara umum.
i.         Membuat ketetapan-ketetapan Organisasi.
j.        Melaksanakan pemilihan Ketua Umum Region CCI yang baru.

 PASAL 12

Sebelum dilaksanakannya Munas, Panitia Munas membuat/memberi tahu acara dan tata tertib kemudian disampaikan kepada peserta Munas selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum dilaksanakan Munas.

 Pasal 13
RAPAT KERJA

1.    Rapat kerja (RAKER) adalah rapat organisasi yang diadakan untuk menyusun program kerja yang merupakan penjabaran dari Munas.
2.    Peserta Rapat Kerja adalah pengurus CBR Club Indonesia Pusat hasil Munas
3.    Pimpinan Raker adalah Ketua Umum terpilih atau salah satu pengurus yang ditunjuk bersama.
4.    Agenda Raker adalah:
a.       Menyusun rancana kerja/agenda organisasi
b.      Memantapkan Peraturan Organisasi
c.       Lain-lain yang dianggap perlu
5.    Selambat-lambatnya 15 hari setelah Raker berakhir, pengurus menyampaikan hasil keputusan Raker kepada seluruh anggota region CBR Club Indonesia.


 PASAL 14
TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1.    Musyawarah dan rapat adalah sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 jumlah peserta anggota yang memiliki hak suara.
2.    Pengambilan keputusan diambil secara musyawarah untuk mencapai mufakat dan apabila itu tidak tercapai, maka keputusan akan diambil dari voting atau suara terbanyak.


 BAB VII
KEGIATAN-KEGIATAN

 PASAL 15

Kegiatan-kegiatan CBR Club Indonesia adalah:


1.    Membantu pemerintah dalam usaha pengembangan dan peningkatan pariwisata dengan kendaraan bermotor.
2.    Membantu pemerintah dalam usaha mewujudkan keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu-lintas dijalan raya.
3.    Mengembangkan, mendidik dan meningkatkan mutu, pengetahuan teknik dan keterampilan mengemudikan kendaraan bermotor.
4.    Turut serta dalam keanggotaan organisasi otomotif khususnya CBR Club Indonesia yang bersifat nasional.
5.    Membantu menyatukan dan mengarahkan hasrat dan keinginan para anggota dalam kegiatan CCI.
6.    Mengembangkan dan meningkatkan usaha-usaha wisata bermotor, seperti touring, race championship dan lain sebagainya.
7.    Mengadakan usaha-usaha pendidikan yang kreatif dan dinamis bagi para anggota dan mempertinggi ilmu pengetahuan, kecakapan, keterampilan dibidang mengemudi kendaraan bermotor.

8.    Bekerja sama dengan badan-badan pemerintah dan swasta serta organisasi lainnya untuk melaksanakan tugas dan tujuan organisasi.
9.    Kegiatan bhakti sosial.
10.Kegiatan lain yang dianggap perlu dan belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga yang akan ditetapkan melalui peraturan pengurus organisasi CBR Club Indonesia.


 BAB VIII
KEKAYAAN ORGANISASI
 PASAL 16
SUMBER KEKAYAAN

Kekayaan organisasi CBR Club Indonesia berasal dari kegiatan amal usaha CCI maupun usaha-usaha lainnya seperti:
a.    Iuran region ke CCI pusat sebesar Rp 200.000,-(dua ratus ribu Rupiah) pertahun, paling lambat diserahkan pada akhir Januari.
b.    Biaya pendaftaran berdirinya region baru sebesar Rp 300.000,-(tiga ratus ribu rupiah).
c.     Sumbangan, sponsor dan donator dari suatu kegiatan CCI
d.    Penjualan attribute dan merchandise CBR Club Indonesia secara nasional.
e.    Kegiatan usaha lainnya yang sah dan tidak bertentangan dengan hukum.
f.     Khusus untuk kegiatan amal maka dana yang terkumpul didonasikan terpisah dan tidak termasuk kekayaan organisasi.

 PASAL 17
ANGGARAN DAN LAPORAN KEUANGAN

1.    Setiap permulaan tahun kerja, pengurus CCI menyusun anggaran pendapatan dan belanja organisasi.
2.    Pengurus menetapkan tata cara dan prosedur anggaran dan laporan keuangan.
3.    Laporan keuangan dilaporkan setiap triwulan.

BAB IX
LOGO DAN ATRIBUT

PASAL 17
LOGO ORGANISASI

1.    Logo CBR Club Indonesia adalah lambang motor CBR/Sport dengan tulisan dibawahnya CBR CLUB, kemudian dibawahnya lagi bertuliskan INDONESIA yang diapit bendera merah putih.
2.    Logo CBR Club Indonesia bergambar CBR Old menghadap ke kiri.
3.    Warna logo CBR Club Indonesia:
a.       Berwarna hitam (jika background berwarna terang), sedangkan tulisan CBR berwarna putih dengan outline hitam serta tulisan CLUB dan INDONESIA berwana hitam.
b.      Berwarna putih (jika background berwarna gelap), sedangkan tulisan CBR berwarna putih serta tulisan CLUB dan INDONESIA berwarna putih.




4.    Logo Region CBR Club Indonesia sama dengan pasal 1, pasal 2, dan pasal 3 ditambah tulisan nama kota atau nama kabupaten sesuai region yang berada didaerah tersebut.

 PASAL 18
ATRIBUT

Atribute CBR Club Indonesia terdiri dari: 1. Stiker

a.       Stiker logo
b.      Stiker dengan nomor anggota
2.    Seragam kemeja
3.    Kaos
4.    Pin
5.    Jaket
6.    Spanduk
7.    Dan lain sebagainya yang berlogo resmi CCI



 BAB X
PENUTUP

 PASAL 19

Hal-hal yang belum diatur didalam Anggaran Rumah Tangga ini, diatur lebih lanjut dalam peraturan organisasi.

 PASAL 20

Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak Musyawarah Nasional ke-1 CBR Club Indonesia pada tanggal 19 Desember 2015 di Kostrad Cilodong, Depok-Jawa Barat.
______________________________________________________

ANGGARAN RUMAH TANGGA
CBRCLUB SAMARINDA

BABI.
KEDUDUKAN


Pasal (1) :
Sekretariat Organisasi “ CBRClub Samarinda “berkedudukan di
Jalan. Pattimura Gg. Hasanah No.13 Samarinda, Indonesia 75132.

BAB II.
KEANGGOTAAN

Pasal (2) :
Untuk menjadi anggota Organisasi “CBRClub Samarinda “diharuskan mengajukan permintaan secara tertulis kepada Ketua /Pengurus dengan mengisi formulir pengajuan untuk menjadi anggota Club.
Pasal (3) :
Seluruh pengajuan anggota baru akan diperiksa oleh Sekretaris dan akan disetujui oleh Ketua Club.
Pasal (4) :
Ketua Club dapat menolak pengajuan anggota baru tanpa memberikan alasan apapun.

BAB III.
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA
Pasal (5) :
Anggota berhak menggunakan dan memanfaatkan fasilitas organisasi, selama digunakan untuk kepentingan organisasi sesuai dengan hak dan kewajibannya.

Pasal (6) :
Kepada anggota yang dijatuhi hukuman oleh Club berhak mengajukan pembelaan kepada Ketua / Pengurus Club. Hak membela diri hanya diberikan / dibenarkan apabila melalui saluran - saluran organisatoris.
Pasal (7) :
Setiap anggota wajib mentaati dan menjalankan peraturan-peraturan ataupun tata tertib Club dan mengutamakan menjaga nama baik Club.

Pasal (8) :
Setiap anggota wajib membayar uang iuran yang besarnya ditentukan menurut ketentuan Club, uang iuran dibayar secara rutin setiap bulannya ataupun dibayar sekaligus untuk beberapa bulan yang sifatnya sebagai iuran bulanan.

Pasal (9) :
Setiap anggota yang pindah tempat tinggalnya dan keluar dari wilayah Kotamadya Samarinda diwajibkan dan harus melapor kepada Ketua Club.

Pasal (10) :
Anggota yang pindah tempat tinggal dan tidak melapor pada pengurus keberadaannya di luar wilayah Kotamadya Samarinda akan digugurkan hak keanggotaannya.

Pasal (11) :
Gugur Hak Keanggotaannya :
1. Atas permintaannya sendiri.
2. Diberhentikan karena melanggar peraturan / tata tertib Club, merugikan nama baik Club, atau melangar undang-undang pemerintah Republik Indonesia.
3. Meninggal Dunia.

BAB IV.
TINGKAT KEANGGOTAAN

Pasal (12) :
1. Anggota Biasa Adalah anggota yang baru bergabung didalam Club, kepada anggota ini berlaku segala peraturan / tata tertib, hak dan kewajiban yang ada didalam Club, kecuali mereka tidak diperkenankan duduk sebagai anggota Pengurus / Ketua
2. Anggota Khusus Adalah anggota yang tingkat senioritasnya melebihi anggota biasa, khususnya mereka yang turut mengambil bagian dalam penbentukan Club dan ada yang duduk sebagai Ketua.
3. Anggota Kehormatan Adalah predikat yang diberikan, keanggotaan tingkat ini berlaku khusus bagi tingkat Pembina, pelindung dan non anggota yang memiliki andil dalam pembinaan Club, dimana keterlibatan anggota ini merupakan suatu kehormatan tersendiri.
4. Simpatisan Adalah sebagian masyarakat yang ingin bergabung dengan Club tetapi tidak mempunyai kendaraan roda dua merk Honda CBR 150 maupun CBR250 tetapi senang dan mencintai motor / kendaraan roda dua merk Honda CBR 150 maupun CBR250.


BAB V.
DISIPLIN ORGANISASI

Pasal (13) :
Disiplin merupakan hal yang mutlak yang harus ditegakkan dalam pelaksanaan kegiatan Club dan didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban selaku anggota Club.

Pasal (14) :
Pelanggaran-pelanggaran setiap kewajiban selaku anggota merupakan pelanggaran disiplin organisasi.


Pasal (15) :
Pada dasarnya setiap pelanggaran yang terjadi akan dicatat dalam arsip masing-masing anggota, dan untuk setiap pelanggaran akan diberikan peringatan-peringatan secara lisan dan tertulis, sebelum dikenakan tindakan / sanksi-sanksi lainnya. Peringatan tertulis diberikan dalam bentuk pemberhentian menjadi anggota.

Pasal (16) :
Setelah peringatan ke III diberikan, maka kepada anggota akan dikenakan tindakan administratif berupa skorsing sebelum dikenakan tindakan pemberhentian menjadi anggota.

Pasal (17) :
Setiap tindakan akan mengambil keputusan tentang pelaksanan hukuman-hukuman peringatan atau tindakan lain yang lebih tegas sifatnya akan didasarkan pada keputusan Rapat Pengurus Organisasi / Club yang diadakan secara khusus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Pasal (18) :
Tindakan pemberhentian hanya dapat dibatalkan atas keputusan Ketua Club dengan mempertimbangkan alasan-alasan atau faktor-faktor yang meringankan.

BAB VI.
KEUANGAN

Pasal (19) :
1. Iuran Bulanan Adalah iuran yang dikenakan kepada anggota Club setiap Bulannya.
2. Sumbangan Sukarela Adalah sumbangan yang diberikan oleh anggota maupun simpatisan apabila mempunyai kerelaan hati / rizki berlebih yang disumbangkan kepada Club.
3. Hasil Kerja Sama dari Pihak Pemerintah, Swasta (Sponsor) dan Masyarakat Umum Adalah bantuan yang diberikan oleh pemerintah ataupun sponsor dari pihak perusahaan ataupun bantuan dari masyarakat

BAB VII.
RAPAT – RAPAT

Pasal (20) :
RapatBulanan
Adalah rapat yang dilakukan oleh pengurus yang membahas tentang kegiatan Club selama satu bulan kedepan serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan selama satu bulan.

RapatTahunan
Adalah rapat pertanggung jawaban Pengurus kepada anggota tentang hal keuangan dan kegiatan Club selama satu tahun dan pemilihan Ketua Club yang baru.

Rapat Luar Biasa
Adalah rapat yang diadakan sewaktu-waktu bila diperlukan dan mendesak berdasarkan usulan anggota.

BAB VIII
PENUTUP

Pasal (21) :
Peraturan Rumah Tangga ini adalah hasil dari musyarawah anggota pada tanggal 05 Maret 2011 di Samarinda.

Pasal (22) :
Hal-hal lain yang belum dan atau tidak tercantum dalam peraturan rumah tangga ini akan diatur dalam peraturan – peraturan tersendiri.

Pasal (23) :
Peraturan Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Pasal (24) :
Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal disahkan dan ditetapkan



Ditetapkan : Samarinda
Tanggal :
05 Maret 2011
J a m : 22.00 WIB

Ketua Sidang



ARI WICAKSONO


Sekretaris Sidang


DECKY HARIYANTO

2 komentar:

  1. saya mau sharing, saya baru saja beli new honda cbr 150 di honda semoga jaya gajah mada. tapi aneh motor saya baru 3 bulan dipake sdh terjadi suara berisik pada mesin / helicopter sound. setelah saya bawa ke dealer honda semoga jaya gajah mada, bilangnya terjadi trouble pada camshaft exhaust, pihak dealer sendiri telah berjanji akan melakukan rekondisi pada kendaraan saya, tapi sudah hampir masuk bulan ke 5 motornya belum ada kejelasaan tentang part maupun pervbaikan. padahal kendaraan saya sendiri sdh lunas & tidak berani menggunakan kendaraan saya untuk keperluan sehari-hari takut kerusakan tambah menjadi parah.
    mohon bantuan agan sekalian tentang trouble yang terjadi pada kendaraan saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gan saya mau gabung dng cbrclub tpi cara gabungny gmna ya n tmpt ngmplny dmna

      Hapus

salam satu hati satu jiwa keep brotherhood